Analisis Dampak Aktivitas Pasar Tradisional terhadap Kinerja Lalu Lintas

Analisis Dampak Aktivitas Pasar Tradisional terhadap Kinerja Lalu Lintas

Jenis Layanan

BAB 1-5

Tahun Pengerjaan

2026

Jenjang Pendidikan

S1

Bidang

Teknik Sipil

Latar Belakang Permasalahan

Aktivitas pasar tradisional yang tinggi menimbulkan peningkatan pergerakan kendaraan dan aktivitas di sepanjang ruas jalan sekitarnya. Kendaraan yang berhenti atau parkir di bahu jalan, pergerakan kendaraan keluar-masuk kawasan pasar, serta aktivitas pejalan kaki turut memengaruhi kelancaran arus lalu lintas.

Pada kondisi tertentu, aktivitas tersebut menyebabkan volume kendaraan meningkat, kecepatan perjalanan menurun, dan tingkat kejenuhan jalan bertambah. Kondisi ini membutuhkan analisis yang terukur untuk mengetahui seberapa besar pengaruh aktivitas pasar terhadap kinerja ruas jalan serta menentukan bentuk penanganan yang sesuai

Solusi dan Pendekatan

Kami melakukan evaluasi kinerja lalu lintas dengan pendekatan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Analisis difokuskan pada kondisi aktual di lapangan sehingga penilaian kinerja jalan didasarkan pada karakteristik lalu lintas yang benar-benar terjadi.

Parameter yang dianalisis meliputi volume kendaraan, kecepatan arus bebas, kapasitas ruas jalan, hambatan samping, dan derajat kejenuhan. Hasil analisis kemudian digunakan untuk menentukan tingkat pelayanan jalan serta mengidentifikasi bagian jaringan jalan yang memerlukan penanganan.

Proses Pengerjaan

Pengerjaan dimulai dengan survei lapangan untuk memperoleh data kondisi geometrik jalan, volume kendaraan, waktu tempuh, serta aktivitas hambatan samping. Pengamatan lalu lintas dilakukan pada beberapa periode waktu agar perubahan kondisi arus pada jam yang berbeda dapat terlihat.

Data primer kemudian dilengkapi dengan data sekunder yang relevan sebelum memasuki tahap pengolahan. Seluruh data dianalisis menggunakan MKJI 1997 untuk memperoleh nilai volume lalu lintas, kecepatan arus bebas, kapasitas jalan, kelas hambatan samping, derajat kejenuhan, dan tingkat pelayanan jalan.

Hasil pengolahan tersebut selanjutnya digunakan untuk mengevaluasi kondisi dua titik lalu lintas utama di sekitar kawasan pasar dan menyusun rekomendasi penanganan terhadap permasalahan yang ditemukan.

Hasil yang Dicapai

Analisis pada titik pertama menunjukkan volume lalu lintas mencapai 1.810 smp/jam dengan kapasitas teoritis sebesar 3.330 smp/jam. Derajat kejenuhan berada pada kisaran 0,55–0,56, sedangkan kecepatan arus bebas mencapai 38,61 km/jam dan kecepatan minimum pada kondisi padat tercatat 32,10 km/jam. Tingkat pelayanan jalan berada pada kategori D, yang menunjukkan kondisi lalu lintas mulai jenuh dengan kecepatan kendaraan yang mulai menurun.

portfolio 3 Grafik Volume Lalu Lintas
Grafik Volume Lalu Lintas

Pada titik kedua, volume lalu lintas tertinggi mencapai 2.142,8 smp/jam. Nilai derajat kejenuhan pada empat pendekat masing-masing sebesar 0,63, 0,21, 0,70, dan 0,71. Satu pendekat berada pada tingkat pelayanan B, sedangkan tiga pendekat lainnya berada pada tingkat pelayanan D. Nilai derajat kejenuhan pada seluruh pendekat masih berada di bawah batas 0,75 yang digunakan dalam penelitian.

portfolio 3 Derajat Kejenuhan
Derajat Kejenuhan

Puncak kepadatan ditemukan pada hari Minggu, sehingga periode tersebut menjadi perhatian utama dalam penyusunan rekomendasi. Hasil analisis kemudian diarahkan pada penanganan yang berhubungan dengan pengelolaan parkir, pemanfaatan bahu jalan, fasilitas pedestrian, serta pengaturan pergerakan kendaraan di sekitar kawasan pasar.

portfolio 3 Rekomendasi Penanganan
Rekomendasi Penanganan

Ingin Hasil Seperti Studi Kasus Ini?

Kami siap membantu pendampingan skripsimu dengan pendekatan yang terarah dan aman.